Tanda-tanda Melahirkan yang Perlu Ibu Hamil Waspadai

Tanda-tanda Melahirkan yang Perlu Ibu Hamil Waspadai

Saat mengandung ibu pasti ingin segera melalui proses persalinan yang sehat sehingga bisa melihat bayi yang sudah dikandung selama 9 bulan ini terlahir di dunia. Selama masa kehamilan, semuanya dipersiapkan dengan matang sehingga jabang bayi bisa lahir dengan sehat dan selamat. Mulai dari melakukan kontrol ke dokter kandungan, membeli perlengkapan bayi baru lahir, hingga menyiapkan kebutuhan ekonomi yang pastinya nanti akan menjadi besar untuk menyambut kedatangan anggota keluarga baru. Selain itu Anda sebagai calon ibu juga harus ingat bahwa informasi mengenai tanda-tanda melahirkan perlu diketahui sehingga jika sewaktu-waktu terjadi bisa lebih sigap dalam bertindak.

Berikut ini adalah beberapa tanda akan melahirkan yang harus calon ibu dan ayah ketahui sehingga jika hal tersebut terjadi bisa langsung siap membawa ibu ke rumah sakit:

  1. Mengalami kontraksi.

Ibu hamil di bulan ke sembilan akan sering mengalami kontraksi. Beberapa diantaranya adalah kontraksi semu yang nantinya akan mereda dengan sendirinya. Namun saat sudah mendekati HPL atau Hari Prediksi Lahir, kontraksi yang dialami ibu akan menjadi lebih teratur dan lebih sakit atau lama. Di saat ini seharusnya ayah sudah bersiap dengan tas perlengkapan ibu untuk opname di rumah sakit dan membawa ibu untuk memeriksakan kehamilan.

  1. Posisi bayi.

Posisi bayi perlahan-lahan akan semakin turun sesuai dengan usia kandungan. Bayi yang sudah siap dilahirkan akan berada di bawah panggul sehingga perut ibu di bagian bawah lebih besar dibandingkan di bagian bawah dada. Ibu akan semakin kesulitan untuk duduk atau jongkok dengan posisi bayi tersebut.

  1. Sakit punggung dan kram.

Saat menjelang masa melahirkan, ibu akan merasakan sakit di bagian punggung yang lebih parah dibandingkan sebelumnya. Rasa sakit juga disertai dengan kram yang akan membuatnya meminta dipijat atau sekedar diusap bagian punggung. Saat hal ini terjadi sebaiknya ibu sudah berada di rumah sakit untuk persiapan melahirkan.

  1. Pecah ketuban.

Saat ibu mengalami pecah ketuban, seharusnya tidak lama lagi bayi akan dilahirkan. Jika pecah ketuban ini masih terjadi di rumah, ibu harus langsung dibawa ke rumah sakit agar volume ketuban di dalam kandungan bisa terkontrol. Bayi yang belum mau keluar saat ketubannya sudah pecah perlu mendapatkan penanganan khusus karena dikhawatirkan bisa keracunan ketuban itu sendiri.

  1. Keluar lendir atau bercak darah.

Ada kalanya ibu yang akan melahirkan mengeluarkan bercak darah atau keputihan yang terlihat di celana dalam. Gejala ini bisa timbul di awal bulan ke sembilan atau di akhir bulan kesembilan menjelang kelahiran.

  1. Perut mual.

Saat merasakan sakit akibat kontraksi, perut ibu juga akan merasakan mual tanpa sebab yang jelas. Ibu akan mengalami penurunan nafsu makan bahkan tidak berhenti mengeluh sakit di perut dan punggung.

Jika ibu sudah mengalami tanda-tanda melahirkan seperti salah satu atau beberapa tanda di atas, segera bawa ibu ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang dibutuhkan. Jika beberapa tanda sudah terjadi seharusnya bayi hanya membutuhkan waktu beberapa jam untuk dilahirkan. Namun jika terjadi kondisi yang lebih kompleks, mungkin dokter akan melakukan penanganan dengan cara memberikan suntikan induksi atau operasi caesar. Untuk proses kelahiran yang sehat dan normal, persiapkan sedari dini dengan rutin melakukan kontrol kehamilan pada dokter kebidanan dan kandungan sehingga jika ada kondisi kesehatan yang dikhawatirkan dapat segera ditangani.

spacer